Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat
BlogJangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat
Merias wajah bukan hanya tentang memilih produk berkualitas atau mengikuti tren yang sedang populer. Di balik hasil riasan yang tampak rapi, tahan lama, dan menyatu dengan kulit, terdapat satu hal yang sering diabaikan, yaitu urutan pemakaian setiap produk. Banyak orang menganggap semua kosmetik bisa diaplikasikan sesuai keinginan, padahal setiap tahapan memiliki fungsi yang saling mendukung. Jangan Salah mengira semua produk makeup bisa digunakan secara acak. Urutan pemakaian yang tepat justru menjadi kunci agar riasan tampak lebih menyatu, tahan lama, serta mampu memberikan hasil yang maksimal sesuai fungsi masing-masing produk.
Kesalahan dalam urutan penggunaan dapat membuat riasan terlihat mudah retak, foundation menggumpal, warna eyeshadow sulit keluar, bahkan membuat makeup cepat luntur. Sebaliknya, ketika setiap langkah dilakukan secara berurutan, hasil akhirnya akan terlihat lebih alami, nyaman dipakai sepanjang hari, dan memaksimalkan fungsi setiap produk.
Tidak sedikit orang yang sebenarnya sudah menggunakan produk yang tepat, tetapi tetap merasa hasil riasannya kurang maksimal. Penyebabnya sering kali bukan berasal dari kualitas kosmetik, melainkan karena tahapan aplikasinya tidak sesuai. Oleh sebab itu, memahami urutan yang benar menjadi investasi sederhana yang mampu meningkatkan kualitas hasil riasan secara signifikan.
Artikel ini akan membahas setiap tahapan secara lengkap, mulai dari persiapan kulit hingga sentuhan akhir. Selain menjelaskan alasan di balik setiap langkah, pembahasan juga akan membantu memahami mengapa urutan tertentu menjadi standar yang digunakan oleh banyak makeup artist profesional.
Dimulai dari Persiapan Kulit
Sebelum satu tetes kosmetik menyentuh wajah, kondisi kulit harus dipersiapkan terlebih dahulu. Tahapan ini sering dianggap sepele, padahal justru menjadi fondasi utama agar seluruh produk dapat menempel dengan baik.
Kulit yang bersih akan membuat kosmetik lebih mudah menyatu. Sebaliknya, sisa minyak, debu, maupun kotoran dapat menghambat daya rekat foundation sehingga hasilnya tampak tidak merata. Oleh karena itu, wajah sebaiknya dicuci menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit.
Setelah wajah bersih, penggunaan toner dapat membantu mengembalikan keseimbangan kelembapan kulit. Selain itu, toner juga membantu mempersiapkan permukaan kulit agar lebih siap menerima produk berikutnya.
Langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan serum apabila diperlukan. Serum memberikan manfaat tambahan sesuai kebutuhan kulit, misalnya membantu menjaga hidrasi, memberikan efek mencerahkan, atau mengurangi tampilan kusam.
Kemudian, pelembap menjadi produk yang hampir tidak boleh dilewatkan. Bahkan pemilik kulit berminyak tetap memerlukan pelembap karena kulit yang kekurangan air justru bisa menghasilkan minyak lebih banyak.
Apabila beraktivitas pada siang hari, sunscreen menjadi tahapan terakhir dalam persiapan kulit. Perlindungan terhadap sinar ultraviolet tetap dibutuhkan meskipun nantinya wajah akan tertutup makeup.
Persiapan kulit yang dilakukan dengan benar membuat permukaan wajah terasa lebih halus sehingga proses aplikasi kosmetik menjadi jauh lebih mudah.
Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat Menggunakan Primer
Setelah skincare meresap dengan sempurna, primer menjadi produk pertama dalam rangkaian makeup.
Primer memiliki fungsi sebagai penghubung antara perawatan kulit dan kosmetik dekoratif. Produk ini membantu menghaluskan tekstur kulit, menyamarkan tampilan pori-pori, serta meningkatkan ketahanan makeup.
Jenis primer sendiri cukup beragam. Ada yang diformulasikan khusus untuk kulit berminyak, kulit kering, kulit kombinasi, hingga primer dengan efek glowing maupun matte.
Penggunaan primer tidak perlu terlalu banyak. Lapisan tipis sudah cukup untuk memberikan hasil optimal. Bahkan penggunaan berlebihan justru dapat menyebabkan foundation bergeser atau menggumpal.
Setelah primer diaplikasikan, berikan waktu sekitar satu hingga dua menit agar produk benar-benar menempel sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Saat Mengaplikasikan Color Corrector
Tidak semua orang membutuhkan color corrector. Namun, bagi yang memiliki kemerahan, lingkar hitam di bawah mata, atau bekas jerawat yang cukup jelas, produk ini dapat memberikan perbedaan besar.
Color corrector bekerja berdasarkan teori warna. Warna hijau membantu menetralkan kemerahan, warna peach menyamarkan lingkar hitam pada kulit terang, sedangkan warna oranye lebih efektif untuk kulit yang lebih gelap.
Penggunaannya dilakukan sebelum foundation agar warna yang ingin disamarkan benar-benar tertutup secara alami.
Aplikasi cukup dilakukan pada area yang diperlukan. Penggunaan secara berlebihan justru dapat membuat warna foundation menjadi sulit menyatu.
Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat Menggunakan Foundation
Foundation merupakan produk yang berfungsi meratakan warna kulit sehingga menjadi dasar bagi seluruh tahapan makeup berikutnya.
Pemilihan warna yang mendekati warna leher akan menghasilkan tampilan paling alami. Menggunakan warna terlalu terang sering membuat wajah tampak abu-abu atau kontras dengan bagian tubuh lainnya.
Foundation dapat diaplikasikan menggunakan spons, kuas, maupun jari tangan yang bersih. Setiap alat memberikan hasil akhir berbeda, tetapi teknik menepuk perlahan umumnya menghasilkan lapisan yang lebih merata.
Mulailah dari bagian tengah wajah kemudian baurkan ke arah luar. Teknik ini membantu menghasilkan tampilan yang lebih natural karena area tengah biasanya membutuhkan tingkat coverage lebih tinggi.
Apabila membutuhkan daya tutup lebih besar, sebaiknya tambahkan lapisan tipis secara bertahap dibanding langsung menggunakan produk dalam jumlah banyak.
Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat Memakai Concealer
Setelah foundation selesai, concealer digunakan untuk memberikan coverage tambahan pada area tertentu.
Lingkar hitam bawah mata, bekas jerawat, noda hitam, maupun area yang memerlukan efek lebih cerah menjadi sasaran utama penggunaan concealer.
Menggunakan concealer setelah foundation memiliki keuntungan karena sebagian ketidaksempurnaan sudah tertutup lebih dulu. Dengan demikian, jumlah concealer yang digunakan menjadi lebih sedikit sehingga hasilnya terlihat alami.
Untuk area bawah mata, baurkan secara perlahan menggunakan spons lembap agar tidak meninggalkan garis yang terlalu tegas.
Mengunci dengan Bedak
Bedak membantu mengunci foundation dan concealer agar tidak mudah bergeser.
Jenis bedak tabur sering dipilih untuk memberikan hasil ringan sekaligus membantu mengontrol minyak. Sementara itu, bedak padat lebih praktis digunakan untuk sentuhan ulang sepanjang hari.
Tidak semua area wajah memerlukan bedak dalam jumlah sama. Area T-zone biasanya membutuhkan perhatian lebih karena lebih mudah berminyak.
Teknik menekan spons secara perlahan lebih disarankan dibanding menggeser karena mampu mempertahankan lapisan foundation di bawahnya.
Bedak juga membantu mengurangi rasa lengket setelah penggunaan foundation cair sehingga wajah terasa lebih nyaman.
Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat Membentuk Alis
Alis menjadi bingkai wajah yang sangat memengaruhi ekspresi secara keseluruhan.
Membentuk alis setelah complexion selesai membuat warna pensil atau pomade lebih mudah disesuaikan dengan keseluruhan riasan.
Gunakan sapuan ringan mengikuti arah tumbuh rambut asli agar hasilnya tetap natural. Hindari membuat garis terlalu tebal apabila menginginkan tampilan sehari-hari.
Bagian depan alis sebaiknya dibuat lebih lembut dibanding ekor alis sehingga transisinya tampak lebih alami.
Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat untuk Riasan Mata
Riasan mata biasanya dimulai dari eyeshadow, kemudian eyeliner, lalu maskara.
Eyeshadow menjadi dasar yang menentukan keseluruhan nuansa makeup. Warna transisi diaplikasikan terlebih dahulu sebelum warna yang lebih gelap ditambahkan untuk memberikan dimensi.
Setelah itu, eyeliner membantu mempertegas bentuk mata. Ketebalan garis dapat disesuaikan dengan gaya yang diinginkan.
Maskara diaplikasikan paling akhir pada area mata agar bulu mata tetap bersih dan tidak tertutup bubuk eyeshadow.
Bagi yang menggunakan bulu mata palsu, pemasangannya dilakukan setelah eyeliner dan sebelum maskara terakhir apabila diperlukan.
Menggunakan Bronzer, Contour, dan Blush
Setelah complexion terkunci dengan baik, wajah mulai diberikan dimensi.
Contour membantu menciptakan ilusi bayangan sehingga bentuk wajah tampak lebih tegas. Area yang umum diberi contour meliputi bawah tulang pipi, sisi hidung, garis rahang, dan pelipis.
Bronzer memiliki fungsi berbeda karena memberikan efek hangat seperti kulit yang terkena sinar matahari.
Sementara itu, blush memberikan kesan segar pada wajah. Posisi aplikasi blush dapat memengaruhi tampilan keseluruhan, mulai dari efek muda, manis, hingga lebih dewasa.
Ketiga produk tersebut perlu dibaurkan dengan baik agar tidak terlihat memiliki batas yang mencolok.
Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat Menambahkan Highlighter
Highlighter menjadi sentuhan yang memberikan efek bercahaya pada wajah.
Area yang biasanya diberi highlighter meliputi puncak tulang pipi, batang hidung, ujung hidung, tulang alis, dan cupid’s bow.
Penggunaan secukupnya jauh lebih menarik dibanding aplikasi berlebihan yang dapat membuat tekstur kulit semakin terlihat.
Pilih jenis highlighter sesuai hasil yang diinginkan, baik berupa kilau lembut maupun efek berkilau yang lebih intens.
Menggunakan Lip Product
Bibir umumnya menjadi tahap terakhir sebelum makeup dikunci.
Apabila bibir terasa kering, penggunaan lip balm sejak awal proses makeup akan membantu membuat permukaannya lebih lembut saat lipstick diaplikasikan.
Lip liner dapat digunakan terlebih dahulu untuk membentuk garis bibir agar hasil lebih presisi sekaligus membantu lipstick bertahan lebih lama.
Setelah itu, lipstick diaplikasikan secara merata. Bagi yang menginginkan efek gradasi, warna lebih pekat cukup ditempatkan di bagian tengah bibir lalu dibaurkan ke arah luar.
Lip gloss dapat ditambahkan apabila menginginkan tampilan yang lebih berkilau dan memberikan ilusi bibir tampak lebih penuh.
Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat Menggunakan Setting Spray
Tahapan terakhir adalah penggunaan setting spray.
Produk ini membantu menyatukan seluruh lapisan makeup sehingga hasilnya tampak lebih alami dan tidak terlihat terlalu berlapis.
Selain itu, setting spray juga membantu meningkatkan ketahanan riasan terhadap gesekan ringan, keringat, maupun produksi minyak selama beraktivitas.
Semprotkan dengan jarak yang cukup dari wajah agar cairan tersebar merata tanpa merusak susunan makeup yang telah selesai dibuat.
Biarkan wajah mengering secara alami tanpa langsung disentuh menggunakan tangan.
Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat Sesuai Jenis Produk
Urutan penggunaan juga dipengaruhi oleh bentuk produk yang digunakan.
Produk bertekstur cair umumnya diaplikasikan lebih dahulu dibanding produk berbentuk krim dan bubuk. Prinsip ini membantu setiap lapisan menempel dengan lebih baik tanpa saling mengangkat.
Sebagai contoh, cream blush biasanya diaplikasikan sebelum bedak apabila menginginkan hasil yang benar-benar menyatu dengan foundation. Sebaliknya, powder blush digunakan setelah wajah dipulas bedak.
Hal yang sama berlaku pada contour maupun bronzer. Menggabungkan tekstur secara tepat akan menghasilkan tampilan yang jauh lebih halus.
Jangan Salah Urutan! Ini Cara Pemakaian Makeup yang Tepat Agar Lebih Tahan Lama
Selain mengikuti urutan, terdapat beberapa kebiasaan yang dapat membuat hasil makeup bertahan lebih lama.
Memberikan jeda beberapa saat di antara tahapan memungkinkan setiap produk menempel dengan sempurna sebelum dilapisi produk berikutnya.
Menggunakan kosmetik dalam lapisan tipis juga lebih efektif dibanding satu lapisan yang sangat tebal. Teknik bertahap memberikan hasil yang lebih natural sekaligus mengurangi risiko retak.
Pemilihan produk sesuai jenis kulit turut menentukan ketahanan makeup. Kulit berminyak biasanya membutuhkan formula yang mampu mengontrol minyak, sedangkan kulit kering lebih cocok menggunakan produk dengan kandungan pelembap.
Membersihkan spons dan kuas secara rutin juga menjadi faktor penting. Alat yang kotor dapat memengaruhi hasil aplikasi sekaligus meningkatkan risiko munculnya masalah kulit.
Terakhir, hindari terlalu sering menyentuh wajah setelah makeup selesai. Gesekan tangan dapat mempercepat hilangnya foundation maupun bedak pada area tertentu.
Kesimpulan
Urutan pemakaian makeup bukan sekadar aturan yang dibuat tanpa alasan. Setiap tahapan memiliki fungsi untuk mendukung langkah berikutnya sehingga seluruh produk bekerja secara optimal. Dimulai dari persiapan kulit, penggunaan primer, foundation, concealer, bedak, pembentukan alis, riasan mata, pemberian dimensi wajah, pewarna bibir, hingga setting spray, semuanya saling melengkapi agar menghasilkan tampilan yang rapi, tahan lama, dan nyaman digunakan.
Dengan memahami urutan yang benar, proses merias wajah menjadi lebih efisien sekaligus meminimalkan berbagai masalah seperti makeup mudah luntur, menggumpal, atau terlihat tidak merata. Pada akhirnya, hasil terbaik bukan hanya ditentukan oleh mahalnya kosmetik yang digunakan, melainkan oleh teknik dan tahapan aplikasi yang dilakukan secara tepat.
